JMS (Jadam Microorganisme Solution )
JMS, Teknologi Kunci Untuk Hasil Tinggi
JMS (Jadam Microorganisms Solution) adalah Sebuah cara untuk membudidayakan/kultur mikroba yang beranekaragam, sebagai bentuk duplikasi awal kesuburan tanah hutan/gunung ke lahan kita. JMS di populerkan oleh Presiden Jadam Organic Farming, Youngsang Cho.
Tanah yang berasal dari hutan/gunung terdekat (jamur daun/leaf mold) sebagai starter (strain) dan kentang kukus sebagai makanannya mikroba.
Fungsi yang hendak dicapai dengan dibuatnya JMS adalah :
- Menetralisir residu/kontaminasi akibat pemberian pupuk kimia & pestisida sintetik yang mengendap di dalam tanah
- Mencegah dominasi semua mikroba patogen/germ yang berada dalam tanah
- Merangsang keluar akar baru hingga mampu memunculkan tunas daun hingga bunga.
- Copy Paste mikroba dari tanah hutan/gunung yang subur ke lahan kita.
Bahan:
1. Kentang kukus
2. Tanah hutan/gunung (leaf mold)
3. Garam kasar/krosok/krokos
4. Air lunak/soft water (Air hujan, air AC, Destilasi/penyulingan, air RO). Mata air & air sumur, kalau terpaksa pakai.
Komposisi poin 1-3 adalah 2:1:1.
Cara Pembuatan:
1. Tuang air lunak dalam drum plastik 50 liter
2. Kentang kukus 100 gram, tanah leaf mold & garam krosok masing-masing 50 gram, bahan-bahan tersebut dimasukan ke dalam kaos kaki bekas yg bersih, dicelupkan ke dalam air drum sembari diuleni/diremas-remas/dikremet-kremet hingga isinya meleleh ke dalam air tersebut.
3. Apabila sudah selesai lalu tutup rapat (proses anaerob) dan drum plastik diletakkan di area dimana tanaman itu tumbuh (Atmospheric Temperature).
4. Proses budidaya/kultur mikroba memakan waktu 1-3 hari, patokan keberhasilan yakni terdapat gelembung/busa yang paling banyak di permukaan air.
5. Selanjutnya siram ke tanah/tanaman dengan pengenceran minimal 10X hingga 1000X. Misal, ambil air hasil JMS 100 ml campurkan dgn air bersih minimal 1 liter.
Untuk lahan sawah/parit-parit, saat air irigasi/air pompa masuk untuk menggenangi lahan/parit-parit tersebut, bersamaan itu pula air hasil JMS masuk.
Disarankan, pembuatan JMS tersebut 4X dalam sebulan (seminggu sekali) dan dilakukan sepanjang tahun.
Perlu diketahui bersama, saat mikroba yang beranekaragam jenis & populasi yg banyak tersebut masuk ke dalam tanah secara berulang-ulang, hasil yang menguntungkan dapat kita peroleh yakni terdapat KESEIMBANGAN/BALANCE dari sudut mikroba-nya.
Catatan:
- Apabila air hasil budidaya/kultur JMS melebihi batas waktu 3 hari, maka air tersebut berubah fungsi menjadi pupuk cair/liquid fertilizer.
- Takaran khususnya kentang kukus & tanah leaf mold tidak terlalu ketat, menurut sy. Malah sy 'mainnya' pake ukuran genggaman. Yang penting kentang kukus yg sdh lembek 2X lipat dari tanah leaf mold.
Selanjutnya, nantikan pembahasan tentang Base Fertilizer ( Pupuk Dasar ) from Jadam Organic Farming. Tetap setia ya...
Tulus ikhlas memakmurkan bumi
Salam Hormat
Komentar
Posting Komentar