Pestisida Nabati Ampuh
7 Tanaman Pestisida Nabati, Yang Terbukti Efektif Mengendalikan Hama Kutu-kutuan serta Cara Pembuatannya
Pesnab memiliki cara kerja yang sangat spesifik antara lain:
Aromanya yang khas efektif mengusir serangga hama
Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
Menghambat nafsu makan serangga hama
Menghambat pergantian kulit
Menghambat pergerakan hama
Membuat steril (mandul) serangga jantan
Menghambat reproduksi serangga betina
Menghambat perkembangan patogen penyaki
Aplikasi pestisida kimia yang tidak efektif (berlebihan dan tidak tepat sasaran), seperti yang kita ketahui saat ini, bisa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan rantai makanan loh. Pestisida kimia itu bisa memicu timbulnya resistensi hama, kepunahan spesies hewan langka, serta kerusakan ekosistem (rantai makanan) akibat sisa-sisa residunya.
Berikut ini beberapa keunggulan aplikasi pesnab:
1. Cara membuatnya mudah, serta murah biayanya. Hal ini disebabkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pesnab tersedia melimpah di sekitar kita. Jadi siapapun bisa membuatnya…!
2. Efektif serta tidak menyebabkan resistensi atau kekebalan pada hama penyakit.
3. Aman bagi manusia dan lingkungan (residunya mudah terurai) sehingga tidak menyebabkan efek keracunan yang parah. Inilah point terpenting…! Bahan makanan yang diproduksi dengan pesnab tentu tidak mengandung residu yang jika dikonsumsi akan beresiko (bahaya) bagi kesehatan.
Kekurangan pestisida nabati antara lain:
1. Daya kerjanya lambat. Sehingga tidak dapat membunuh hama secara cepat.
2. Dosis dan takarannya tidak sekaurat pestisida kimia.
3. Tidak tahan sinar matahari, tidak dapat disimpan terlalu lama.
4. Aplikasi perlu dilakukan berulang-ulang untuk memastikan hasil yang lebih efektif.
1.Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih mengandung bahan aktif utama Allisin yang bersifat antibiotik (antibakteri). Pestisida nabati bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama tanaman seperti wereng, walang sangit, dan penggerek batang padi. Selain efektif pada hama kutu-kutuan, bawang putih juga efektif mengatasi penyakit layu akibat jamur Fusarium dan bakteri Ralstonia pada tanaman cabai dan tomat dengan aplikasi pengocoran.
2.Tembakau (Nicotiana tabacum)
Daun tembakau mengandung bahan aktif Nikotin. Pestisida nabati daun tembakau efektif untuk mengendalikan hama penghisap seperti Aphis sp, walang sangit, penggerek batang, selain berfungsi sebagai insektisida, tembakau juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit Blast (bercak daun berbentuk belah ketupat pada padi).
3.Mimba (Azadirachta indica)
Biji dan daun mimba mengandung bahan aktif Azadirachtin, Salanin, Nimbenen, dan Mellantriol. Pestisida organik mimba efektif untuk mengendalikan ulat, hama penghisap (kutu-kutuan), jamur, bakteri, nematoda, dan sebagainya.
sumber : wikipedia.org
Pohon Mimba (Neem Tree). Sumber gambar : wikipedia.org. Under Atribution Share Alike License
Pestisida organik mimba dapat dibuat dari biji atau daunnya. Selain sebagai insektisida, ektrak mimba juga berfungsi sebagai fungisida untuk pengendalian layu akibat Fusarium dan Phytophthora, dan bakterisida pengendali bakteri Ralstonia.
4.Sirsak (Annona muricata)
Daun sirsak mengandung bahan aktif Annonain dan Resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif untuk mengendalikan hama trip, wereng, walang sangit dan penggerek batang.
5.Pepaya (Carcia papaya)
Daun pepaya mengandung bahan aktif Papain. Pestisida nabati daun pepaya efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap seperti Aphis sp.
6.Serai (Andropogan nardus)
Serai mengandung bahan aktif Silica (Si02) pada bagian daun dan batang, yang bermanfaat mengendalikan ulat atau kutu daun. Selain itu, bau dari tanaman serai sangat tidak disukai oleh tikus. Oleh karenanya, serai yang ditanam dibedengan sawah dapat menghambat serangan tikus.
7.Gadung (Dioscorea hispida)
Umbi gadung mengandung bahan aktif Diosgenin, Steroid Saponin, Alkoloid dan Fenol. Pestisida nabati umbi gadung efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisab.
Bahan-bahan:
Daun mimba 1 kg
Daun Tembakau 0,5 kg
Daun Pepaya 1 kg
Daun Sirsak 0,5 kg
Bawang putih 2 kg
Serai 3 kg
Gadung 0,5 kg
EM4 100 ml
Tetes tebu/gula pasir 100 ml/100 gram
Cuka makan 100 ml
Air cucian beras 1 liter
Air 10 liter
Langkah Pembuatan Pesnab
1. Siapkan alat
2. Hancurkan bahan utama daun mimba, daun tembakau, daun pepaya, bawang putih, serai, gadung dan daun sirsak dengan alat penumbuk atau blender.
3. Setelah itu, masukkan cairan sekaligus ampasnya ke jerigen
4. Selanjutnya, masukkan EM4, gula/tetes, cuka dan air cucian beras, lalu aduk rata, lalu tutup rapat..!
5. Simpan dalam suhu ruangan kira-kira sampai 21 hari
6. Lakukan pengocokan pagi atau sore kurang lebih 5 menit
7. Sesekali buka tutup jerigen untuk membuang gas hasil fermentasi
8. Setelah 14 hari hentikan pengocokan, dan biarkan 7 hari lagi sebelum aplikasi
9. Setelah 21 hari, maka pesnab siap untuk digunakan..!
Encerkan pestisida nabati yang berhasil kita buat sebanyak 10-20 ml per liter air. Aplikasi selain disemprotkan, juga bisa dikocorkan pada lubang tanam, tergantung kebutuhan anda. Karena sifat pesnab ini tidak tahan panas matahari, maka penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari atau malam hari.
Komentar
Posting Komentar