Pupuk Organik

 Pengertian Pupuk Organik

-----------------------

Pupuk Organik by Yudha Saputra MTMB

Ada beberapa pengertian pupuk organik  yaitu :

a. Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan – bahan alami yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan di rombak dengan menggunakan mikroorganisme decom    poser seperti bakteri dan cendawan menjadi unsur – unsur hara yang diserap oleh tanaman. Proses perombakan bahan organik menjadi pupuk organik dapat secara alami atau buatan.

b. Pupuk organik dan pembenah tanah dalam Anonimous .Pupuk Organik adalah Pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat bebentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah

Pupuk Organik




Pupuk organik mengandung unsur hara  bersifat majemuk. Seperti diketahui bahwa terdapat 13 unsur hara yang diperlukan oleh tanaman yang terbagi dalam 2 ( kelompok ) yaitu :

a. Unsur hara makro

Unsur yang diperlukan dalam jumlah banyak oleh tanaman


Terdapat 6 ( enam ) unsur hara makro, yaitu :

 1.1. Nitogen ( N )

 Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk NO3  dan NH4,

1.2. Phosphorus ( P )

       Diambil oleh tanaman dalam bentuk H2PO4 dan HPO4 berfungsi sebagai  zat pembangun. Bagian tanaman yang banyak mengandung P ini adalah bagian – bagian yang bersangkutan dengan perkembangan generatif.

1.3. Kalium ( K )

       Diambil oleh tanaman dalam bentuk K.  berfungsi dalam pembelahan sell dan dalam pembentukan jaringan penguat

       Kekurangan K tanaman menjadi lekas mengayu atau menggabus.

       Yang banyak mengandung K adalah abu dan bagian tanaman yang masih muda

1.4. Calsium ( Ca )

       Unsur diserap diserap dalam bentuk Ca ++. Berfungsi mengatur permeabilitas dari dinding sel.  Banyak ter dapat pada daun dan batang. 

 1.5. Magnesium ( Mg )

       Diserap dalam bentuk Mg ++. Berfungsi ion dalam sel

------------MTMB------------

 (Pupuk Organik)

 dan bagian hijau daun.

Kandungan banyak dijumpai pada bagian generative.

 1.6. Belerang  ( S )  

       Diserap dalam bentuk SO4-. Sebagai bagian dari zat – zat putih telur yang tidak tergantikan dan terdapat glucosidal dan sebagian ion sulfat dalam sel air .

 b. Unsur Mikro.

Unsur yang diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi sudah ber pengaruh sesuai fungsinya pada tanaman.

Terdapat 7 ( tujuh ) unsur mikro, yaitu :

 1.1. Besi ( Fe ).

        Diserap dalam bentuk Fe ++ diperlukan dalam pemben tukan enzim -  enzim pernafasan.Kekurangan Fe telihat gejala pada bagian tanaman yang muda.

1.2. Mangan ( Mn )

       Diserap tanaman dalam bentuk Mn ++. Bila kekurangan  Mn maka akan terjadi clorosis, hijau daun tidak terbentuk.

1.3. Boron  ( B )

        Diserap oleh tanaman dalam bentuk BO2 =. Bila kekurangan B maka pucuk – pucuk dan kuncup – kuncup mati.

1.4. Tembaga ( Cu )

        Diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu ++,  Cu diperlu kan untuk pembentukan beberapa enzim pada tanaman, sehingga diperlukan walau dalam jumlah kecil.

1.5.  Zincum ( Zn )

        Diserap dalam bentuk Zn ++, mempunyai fungsi dalam

Pupuk Organik

-------------

pembentukan hormone tumbuh ( auxin ) yang penting untuk perkembangan phisiologis.

Gejala kekurangan Zn terlihat di tulang – tulang daun berwarna merah coklat.

1.6.  Mobildin ( Mo )

        Diserap oleh tanaman dalam bentuk MoO4. Peranan penting dalam pengikatan Nitrogen

1.7. Chloor ( Cl )

       Terdapat pada sel – sel tanaman dan tidak melakukan fungsi – fungsi physiologis proses – proses  pertukaan zat, tetpi mendorong pembentukan chlorophyll.

Pupuk organik mengandung unsur hara tersebut tetapi jumlah kandungannya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergan tung jenis pupuk organik yang digunakan.

Untuk lebih jelasnya kandungan unsur hara pada jenis  bahan organik dapat dilihat pada lampiran 1. 

Sedangkan pupuk anorganik ( kimia sintetis ) dapat tunggal atau majemuk seperti Urea ( Nitrogen ), TSP ( Phospat ), KCl  ( Kali um dan Chlor ) dan NPK ( Nitrogen, Phospat, Kalium ). Jadi apabila dibandingkan antara pupuk organik dengan kimia sintetis lebih lengkap kandungan unsur haranya adalah pupuk organik dan dapat memperbaiki kondisi tanah, tetapi pupuk organik jumlah unsur hara lebih rendah dan lama terurainya.

2. Macam Pupuk Organik

Ada beberapa pendapat tentang macam pupuk organik, diantaranya  menurut Anonimous 

a. Pupuk hijau

Pupuk hijau adalah pupuk yang bahannya berasal dari


 Pupuk Organik.

tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah.

Berkaitan dengan pupuk hijau  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1.1. Jenis pupuk hijau

       a). Tanaman Legume ( tanaman kacang – kacangan ).

      Jenis tanaman yang banyak digunakan adalah   familia Leguminoceae ini banyak mengandung unsur terutama unsur Nitrogen, karena mempunyai bintil akar  dan metabolismenya bersimbiosis dengan bak teri Rhizobium untuk mengikat Nitrogen dari udara.

      Tanaman yang termasuk kacang – kacangan diantaranya adalah:

   1). Orok – orok ( Clotalaria Juncea )

Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang mempunyai ketinggian tempat kurang dari

700 m  dpl dan tahan pada tanah asam serta kering.

Clotalaria Juncea mengandung 2,84 % Nitrogen

dari berat keringnya.

2). Gude/kacang gude ( Cajanus cajan )

Tanaman ini mudah di tanam di lahan subur atau tandus. Daun tanaman gude baik untuk pupuk hijau dan dapat untuk makanan ternak.

3). Theprosia voelli

Tumbuh baik pada ketinggian 100 – 1000 m dpl, tumbuh lambat baru setelah 5 ( ima ) bulan mengeluarkan daun banyak. Tanaman dapat 

Pupuk Organik  

tahan sampai 4 ( empat ) tahun.

4). Turi ( Sesbania sesban/ Sesbania grandiflora )

Dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 – 700 m dpl. Umur 3 ( bulan ) daun dapat diambil untuk pupuk hijau. Sesbania dapat menghasilkan 80 – 100 kg N/ha ( setara 4 – 5 ton /ha bahan kering sesbania )

5). Daun apa – apa ( Flemingia macrophylla )

Dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 – 2000 m dpl. Tanaman sebagai naungan di perkebunan coklat, kopi.  Daunnya sebagai pupuk hijau dan makanan ternak.

6). Gamal/kleresede (Glyricida sepium Jack Steud )

Gamal ada dua family. 

7). Kedelai ( Glycine MaxMerr/Glysine Saya )

Tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1200 m dpl. Kadar 0,57 % N pada berat basah.    

       b). Azolla

azolla ( jenis tanaman pakuan  air yang hidup di perairan dan dapat mengikat N2 di udara karena berasosiasi dengan sianobakteri atau anabaena azollae yang hidup di dalam rongga daun azolla ).  kemampuan azolla mengikat N2 dari udara berkisar 400-500 kg N/ha/tahun.

Azolla berkembang sangat cepat dan dapat menghasilkan humus 10 – 15 ton/ha dengan C/N ratio 12 – 18  sehingga dalam 1 ( satu ) minggu telah

 Pupuk Organik

b. terdekomposisi dengan sempurna.

Azolla dapat menekan pertumbuhan gulma.

c). Limbah tanaman seperti pangkasan rumput dll

1.2. Syarat – syarat tanaman pupuk hijau yang dipilih adalah sebagai berikut :

a). Menghasilkan banyak biomas

b). Dapat menekan dan mengndalikan gulma

  c). Prosentase produksi daun lebih besar daripada yang berkayu.

  d). Mempunyai kemampuan mengikat nitrogennya tinggi dan melepaskan nutrisi pada tanah.

  e). Berumur pendek, cepat tumbuh, mempunyai kemam puan megakumulasi hara.  

1.3. Keuntungan yang didapat jika menggunakan pupuk hijau :

        a). Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air.

       b). Mencegah erosi

        c). Sangat bermanfaat untuk daerah – daerah yang sulit dijangkau untuk suplay pupuk aorganik. 

        d). Manfaat lain spesies pupuk hijau dapat untuk makan an ternak , kayu bakar  bahkan makanan manusia. 

Pupuk kandang


1.1. Pupuk kandang adalah pupuk  organik hasil fermentasi kotoran hewan baik mamalia ( sapi, kerbau, kambing, domba) dan unggas ( ayam, burung, bebek, angsa ) karena sudah terurai bentuk fisik dan sifatnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JMS (Jadam Microorganisme Solution )

Jadam Wetting Agent (JWA)

Booster Pembuahan