Asam Humat Eceng Gondok
Asam humat dari fermentasi eceng gondok
A. Bahan-Bahan
1. 200kg Enceng Gondok, dihaluskan secara manual ataupun dengan mesin pencacah.
2. 200kg Pupuk kandang yg sudah dingin.
3. 200kg Dedak / bekatul
4. Air bersih secukupnya
5. 1kg Trichoderma.sp
sebagai Pengurai/dekomposer sehingga Asam Humat yang dihasilkan nanti dapat berfungsi sebagai bio Fungisida karena mengandung Trichoderma.sp yang mampu melindungi tanaman secara alami dari serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur.
B. Peralatan
1. Bak Pengomposan dari papan atau bambu
2. Plastik terpal sebagai penutup
C. Cara Membuat
– Aduk dengan merata enceng gondok, dedak/bekatul, dan pupuk kandang
– aduk merata trichoderma dengan air bersih. Kemudian basahi adonan diatas dengan larutan trichoderma ini hingga kondisi lembab jangan terlalu becek
– Masukan adonan tsb kedalam bak kompos yang telah disiapkan, kemudian tutup rapi dengan plastik terpal
– Setiap 7 hari, buka terpal lalu diaduk merata. jika kondisi adonan mengering percikan lagi dengan air hingga lembab. Kemudian tutup kembali bak kompos dengan plastik terpal dengan rapi.
– Tunggu hingga 21 hari sd 1 bulan. Asam humat siap dikemas atau diaplikasikan ke lahan atau ke media tanaman.
Manfaat:
Asam humat (Humat Acid) memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup di dalam tanah. Hal ini menyebabkan asam humat bersifat lebih sebagai soil conditioner (pembenah tanah).
Senyawa itu menghasilkan
fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung asam
sianida, triterpenoid, alkaloid dan kaya kalsium.
Catatan:
Hindari pemanfaatan eceng gondok yang berasal dari kolam-kolam pengolahan air limbah pabrik yang menghasilkan limbah logam berat seperti timah hitam dan mercuri.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar